Skip to content

Menu

  • Beranda
  • Blog
  • Kontak
  • Tentang
  • Privasi Polisi

Arsip

  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Calendar

Desember 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
« Nov    

Kategori

  • Blog

Copyright escanerseo.com 2025 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

escanerseo.com
  • Beranda
  • Blog
  • Kontak
  • Tentang
  • Privasi Polisi
You are here :
  • Home
  • Blog
  • Cara Buat Fermentasi Jerami Padi untuk Pakan Ternak
cara buat fermentasi jerami padi
Written by azaNovember 13, 2025

Cara Buat Fermentasi Jerami Padi untuk Pakan Ternak

Blog Article

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang sangat melimpah setiap musim panen. Namun, sayangnya jerami padi memiliki nilai nutrisi rendah dengan kandungan protein hanya 3-4% dan serat kasar tinggi yang sulit ternak cerna. Oleh karena itu, cara buat fermentasi jerami padi menjadi solusi tepat untuk meningkatkan kualitas pakan ternak secara mudah dan ekonomis.

Manfaat Fermentasi Jerami Padi untuk Pakan Ternak

Fermentasi jerami padi adalah proses pengolahan menggunakan mikroorganisme yang dapat meningkatkan nilai gizi dan daya cerna pakan. Dalam proses ini, bakteri proteolitik, lignolitik, dan selulolitik membantu memecah serat kasar dalam jerami sehingga daya cerna ternak meningkat lebih optimal.

Selain itu, pakan fermentasi memiliki banyak keunggulan. Pertama-tama, Anda dapat menyimpan pakan ini lebih lama saat musim kemarau. Kedua, ternak lebih lahap mengonsumsinya karena aroma lebih menarik. Terakhir, nutrisi lebih mudah tubuh ternak serap sehingga mempercepat pertambahan bobot badan.

Panduan Lengkap Cara Membuat Fermentasi Jerami

1. Bahan dan Alat yang Anda Butuhkan

Untuk membuat fermentasi jerami padi skala 100 kg, Anda memerlukan beberapa bahan:

  • Jerami padi segar atau kering sebanyak 100 kg
  • Probiotik (EM4, Starbio, atau Probion) sekitar 250 gram
  • Urea sebanyak 250 gram
  • Molasses atau gula merah 900 gram
  • Dedak atau bekatul 5 kg
  • Air bersih secukupnya

Di samping itu, Anda hanya membutuhkan alat sederhana seperti ember, timbangan, plastik terpal atau kantong plastik besar, golok atau alat pencacah jerami, serta tali pengikat.

2. Persiapan Jerami untuk Fermentasi

Pertama-tama, siapkan jerami dengan cara mengeringkan atau mengangin-anginkan selama 2-3 hari untuk mengurangi kadar air berlebih. Kemudian, cacah jerami dengan ukuran 5-10 cm agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat dan merata. Dengan demikian, jerami cacahan memudahkan mikroorganisme bekerja memecah serat.

3. Membuat Larutan Starter

Selanjutnya, siapkan larutan dengan mencampurkan probiotik 5%, molasses 9%, dan air dalam ember. Aduk hingga semua bahan tercampur rata. Larutan ini mengaktifkan proses fermentasi. Setelah itu, tambahkan urea ke dalam larutan tersebut dan aduk kembali hingga larut sempurna.

4. Proses Fermentasi

Pertama-tama, hamparkan jerami yang sudah Anda cacah pada tempat yang bersih dengan ketebalan 10-20 cm. Selanjutnya, taburkan dedak atau bekatul secara merata di atas jerami. Setelah itu, siramkan larutan fermentasi secara merata menggunakan sprayer atau alat penyiram. Pastikan seluruh permukaan jerami terkena larutan.

Kemudian, tumpuk jerami lapis demi lapis dengan menyiram larutan di setiap lapisan hingga mencapai ketinggian maksimal 2-3 meter. Berikutnya, padatkan tumpukan jerami agar tidak ada rongga udara yang berlebih. Terakhir, tutup rapat tumpukan menggunakan plastik terpal dan ikat dengan tali.

5. Masa Penyimpanan dan Perawatan

Anda menyimpan jerami tertutup di tempat teduh yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Kemudian, biarkan proses fermentasi berlangsung selama 21 hari atau 3 minggu. Selama masa ini, mikroorganisme bekerja mengubah struktur kimia jerami menjadi lebih mudah ternak cerna.

Lebih dari itu, untuk penyimpanan lebih dari 3 bulan, Anda harus mengeringkan kembali jerami fermentasi di bawah sinar matahari. Dengan cara ini, jerami fermentasi kering dapat bertahan hingga 6 bulan tanpa mengurangi kandungan nutrisinya.

Ciri-Ciri Fermentasi Jerami Padi Berhasil

Jerami fermentasi berkualitas menunjukkan beberapa karakteristik khusus yang perlu Anda perhatikan:

  • Aroma: Harum sedikit asam namun tidak menyengat atau busuk
  • Warna: Berubah menjadi kuning kecoklatan, bukan hitam atau berjamur
  • Tekstur: Lemas dan tidak kaku seperti jerami segar
  • Kondisi: Tidak mengeluarkan panas berlebih atau asap
  • Kelembaban: Tidak terlalu basah atau becek yang menandakan pembusukan

Namun, jika ada bagian yang mengeluarkan panas berlebih atau asap, kemungkinan terjadi pembusukan akibat terlalu basah atau terkena air hujan. Oleh karena itu, Anda harus menghindari kondisi ini dengan memastikan tempat fermentasi benar-benar tertutup rapat.

Kesimpulan

Dengan menguasai cara buat fermentasi jerami padi, peternak dapat menghemat biaya pakan sekaligus meningkatkan produktivitas ternak. Selain itu, Anda juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran jerami di sawah. Dengan demikian, fermentasi jerami adalah solusi win-win yang menguntungkan peternak dan lingkungan.

You may also like

Solusi Pengadukan Dodol Modern untuk Produksi Lebih Cepat

Cara Olah Dodol Skala Besar agar Produksi Lebih Efisien dan Berkualitas

Jenis Mesin Pengolahan Kopi yang Umum Digunakan

aza
aza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Arsip

  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Calendar

Desember 2025
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
« Nov    

Kategori

  • Blog

Archives

  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025

Categories

  • Blog

Copyright escanerseo.com 2025 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress